Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Pesawat Militer AS Jatuh 3 Tewas Belasan Luka

U.S. Marine Corps MV-22B Ospreys assigned to Marine Medium Tiltrotor Squadron 363 (VMM-363), 1st Marine Aircraft Wing, arrive at Subic Bay International Airport ahead of Balikatan 22 in the Philippines, Mar. 19, 2022. Balikatan is an annual exercise between the Armed Forces of the Philippines and U.S. Military designed to strengthen bilateral interoperability, capabilities, trust, and cooperation built over decades shared experiences. Balikatan, Tagalog for ‘shoulder-to-shoulder,’ is a longstanding bilateral exercise between the Philippines and the United States highlighting the deep-rooted partnership between both countries. Balikatan 22 is the 37th and largest-ever iteration of the exercise and coincides with the 75th anniversary of U.S.-Philippine security cooperation and a shared commitment to advancing peace and stability in the Indo-Pacific region. (U.S. Marine Corps photo Chief Warrant Officer 2 Trent Randolph)

Pesawat Militer AS Jatuh 3 Tewas Belasan Luka – Kementerian Pertahanan Australia mengatakan sebuah pesawat terbang militer yang membawa personel militer Amerika Serikat (AS) mengalami kecelakaan pada Minggu (27/8) pagi di tengah pelaksanaan latihan bersama di Northern Territory, Australia.

Pesawat Militer AS Jatuh 3 Tewas Belasan LukaPesawat Militer AS Jatuh

Mengutip Sky News Australia, kantor berita Reuters melaporkan helikopter v-22 Ossprey yang membawa 23 marinir AS jatuh di lepas pantai Darwin dan pencerian sudah dimulai.

“Laporan awal mengindikasikan insiden melibatkan personel pertahanan Amerika Serikat dan anggota Pasukan Pertahanan Australia tidak terlibat,’ kata kementerian dalam pernyataan melalui email.

“Pada tahap awal yang kritis ini, fokus kami adalah pada respons terhadap insiden dan memastikan keselamatan mereka yang terlibat,” kata departemen itu dalam sebuah pernyataan.

Peta insiden layanan darurat di Northern Territory menyebutkan telah terjadi ‘kecelakaan pesawat’ di Pulau Melville, sekitar 60 kilometer (37 mil) utara daratan Australia pada Minggu pagi.

Pesawat tersebut terlibat dalam latihan di dekat Kepulauan Tiwi di utara Darwin. Lima Marinir dilaporkan telah diselamatkan dari lokasi jatuhnya pesawat dan diterbangkan ke rumah sakit di Darwin dalam kondisi serius.

Pesawat Militer AS Jatuh 3 Tewas Belasan Luka3 Tewas Belasan Luka

“Ada total 23 personel di dalam pesawat. Tiga orang telah dikonfirmasi meninggal dunia, sementara lima orang lainnya dibawa ke Rumah Sakit Royal Darwin dalam kondisi serius,” kata Pejabat Militer AS dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AFP.

Menurut kementerian, insiden terjadi di Pulau Melville, di utara Darwin saat latihan militer Exercise Predator’s Run 2023. Osprey mengambil bagian dalam latihan Predators Run, serangkaian latihan perang gabungan yang diadakan antara militer AS dan Australia.

Untuk diketahui, Osprey adalah pesawat rotor miring yang menggabungkan kemampuan lepas landas vertikal helikopter dengan kecepatan pesawat turboprop, menurut Angkatan Udara AS.

Berdasarkan situs pemantau kecelakaan Northern Territory, NT Fire Incident Map, menyebutkan terjadi “kecelakaan pesawat” pada pukul 09.43 waktu setempat.

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Australia menyatakan tak ada tentara mereka yang terlibat dalam kecelakaan ini. Kemenhan juga menyebut fokus mereka saat ini adalah keselamatan korban.

Pesawat Militer AS Jatuh 3 Tewas Belasan Luka“Di tahap awal yang kritis ini, fokus kami adalah respons kejadian dan memastikan keselamatan mereka,” demikian menurut Kemenhan Australia.

Osprey turut berperan dalam latihan militer bertajuk Predators Run di Australia. Latihan ini melibatkan tentara dari AS, Australia, dan militer lain seperti Indonesia serta Filipina.

Perlu di ketahui, Helikopter V-22 Osprey adalah pesawat udara yang unik karena merupakan gabungan antara helikopter dan pesawat angkut bermesin baling-baling. Ini adalah pesawat amfibi berat yang dapat melakukan lepas landas dan mendarat secara vertikal seperti helikopter, tetapi juga memiliki kemampuan terbang maju seperti pesawat angkut dengan baling-baling yang dapat dimiringkan.

V-22 Osprey dirancang oleh perusahaan Bell Helicopter (sekarang dikenal sebagai Bell Textron) dan Boeing. Pesawat ini digunakan oleh militer Amerika Serikat dan beberapa negara mitra. Ini memiliki kemampuan untuk melakukan berbagai misi, termasuk transportasi personel dan kargo, evakuasi medis, penyelamatan, operasi khusus, dan sebagainya.

Pesawat Militer AS Jatuh 3 Tewas Belasan LukaKeunggulan utama V-22 Osprey adalah kemampuan untuk mencapai kecepatan dan jarak yang lebih tinggi daripada helikopter konvensional, sambil mempertahankan kemampuan lepas landas dan mendarat vertikal. Ini membuatnya sangat berguna untuk mengatasi tantangan geografis dan operasional yang berbeda-beda. Namun, penting untuk dicatat bahwa pengembangan dan pengoperasian V-22 Osprey juga menghadapi beberapa tantangan teknis dan keselamatan dalam sejarahnya.

V-22 Osprey telah mengalami sejumlah perbaikan dan modifikasi sejak pertama kali diperkenalkan, dan ini terus berlanjut seiring pengalaman operasional dan kemajuan teknologi. Meskipun kontroversial dan menghadapi kritik dalam beberapa kasus, V-22 Osprey tetap menjadi salah satu pesawat unik dan canggih dalam inventaris militer modern.

Ciri utama dari V-22 Osprey adalah kemampuannya untuk melakukan lepas landas dan mendarat seperti helikopter konvensional, tetapi juga memiliki kemampuan penerbangan cepat dan jangkauan yang lebih besar seperti pesawat terbang. Ini dicapai dengan menggunakan dua mesin turboprop yang dipasang pada sayap yang dapat berputar, yang memungkinkan pesawat untuk mengangkat diri secara vertikal seperti helikopter dan kemudian miringkan sayapnya untuk terbang maju seperti pesawat terbang.

Pesawat Militer AS Jatuh 3 Tewas Belasan LukaKelebihan V-22 Osprey meliputi:

Fleksibilitas Operasional:

Mampu beroperasi di berbagai kondisi dan medan yang sulit, seperti misi pendaratan di kapal induk atau penerjunan pasukan khusus.

Kecepatan dan Jangkauan:

Dapat mencapai kecepatan dan jangkauan yang lebih tinggi daripada helikopter tradisional, memungkinkannya untuk mencapai daerah yang lebih jauh dalam waktu yang lebih singkat.

Kemampuan Manuver:

Dapat mengubah posisi sayapnya untuk melakukan manuver yang lebih canggih, termasuk mendarat di daerah yang sempit.

Evakuasi Medis:

Dapat digunakan untuk evakuasi medis cepat dan efisien, membawa pasien dari lokasi yang sulit dijangkau.

Namun, V-22 Osprey juga menghadapi beberapa kontroversi dan tantangan selama pengembangan dan pengoperasiannya, termasuk masalah keamanan dan biaya. Meskipun begitu, pesawat ini tetap menjadi inovasi penting dalam dunia penerbangan militer dan teknologi penerbangan.

Share: