Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Bali Hening 24 Jam dan Aturan yang Wajib Turis

Bali Hening 24 Jam dan Aturan yang Wajib Turis

Bali Hening 24 Jam dan Aturan yang Wajib Turis – Hari Raya Nyepi, yang merupakan tahun baru umat Hindu berdasarkan penanggalan caka (kalender) yang telah ada sejak tahun 78 Masehi, menjadi sorotan setiap kali tiba. Pulau Bali, yang mayoritas penduduknya beragama Hindu, akan menjadi hening dalam perayaannya.

Bali Hening 24 Jam dan Aturan yang Wajib Turis
Bali Hening 24 Jam dan Aturan yang Wajib Turis

Bali Hening 24 Jam dan Aturan yang Wajib Turis

Berbeda dengan perayaan tahun baru agama lain yang selalu ramai dan penuh semangat, Nyepi menonjol dengan ketenangannya.

Sesuai dengan namanya, Nyepi dirayakan dengan cara berdiam diri. Umat Hindu akan tinggal di rumah dan tidak melakukan aktivitas di luar rumah.

Nyepi diartikan sebagai permohonan kepada Tuhan untuk menyucikan Bhuana Ali (alam manusia) dan Bhuana Agung (alam semesta).

Nyepi tidak hanya dilakukan satu hari saja, tetapi ada rangkaian ritual sebelum dan sesudah perayaan Nyepi yang harus dilakukan.

Bali Hening 24 Jam dan Aturan yang Wajib Turis
calang kawal ambulan

1. Melasti, Tawur, Pengrupukan

Dua hari sebelum Nyepi, umat Hindu mengadakan persembahyangan di laut atau danau untuk menyucikan segala benda sakral dari Pura.

Menurut keyakinan Hindu, air laut dan danau dianggap sebagai sumber Tirta Amerta yang memiliki kekuatan untuk membersihkan segala sesuatu, baik yang kotor dalam diri manusia maupun dalam alam.

Selain upacara Melasti, rangkaian Hari Raya Nyepi juga mencakup Tawur yang diadakan sehari sebelum Nyepi. Dalam Tawur, umat Hindu menyiapkan sesajen (caru) di rumah masing-masing.

Hari Raya Nyepi juga melibatkan pengrupukan atau Mecaru, di mana nasi Tawur ditebarkan di sekeliling rumah sambil memukul kentongan untuk menciptakan kegaduhan.

Pengrupukan bertujuan untuk mengusir Buta Kala yang diyakini berada di sekitar tempat tinggal. Prosesi Mecaru, terutama di Bali, dimeriahkan dengan pawai ogoh-ogoh yang melambangkan sosok Buta Kala, mewakili sifat-sifat buruk manusia seperti tamak atau jahat.

Pada akhir ritual, ogoh-ogoh tersebut biasanya dibakar sebagai simbol pembersihan dari sifat buruk yang diwakilinya.

Bali Hening 24 Jam dan Aturan yang Wajib Turis
kekhusyukan ibadah umat Hindu di Bali

2. Nyepi

Hari setelah Mecaru, tibalah pada puncak Hari Raya Nyepi yang berlangsung selama 24 jam tanpa adanya aktivitas seperti biasanya.

Pada Hari Penyepian Bali Hening 24 Jam, umat Hindu diwajibkan untuk mematuhi Catur Brata, yang melarang menyalakan api, berpergian, berkegiatan, serta mencari hiburan.

Selama Hari Raya Nyepi, suasana di sekitar akan menjadi seperti kota mati, sunyi, dan sepi, di mana tidak ada cahaya lampu yang menyala.

Aturan ini juga berlaku bagi wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Bali saat Nyepi, yang diharapkan menghormati kebijakan tersebut.

Penyepian bertujuan sebagai bentuk introspeksi atau penyucian diri, dengan melepaskan segala hal yang terkait dengan kehidupan duniawi selama satu hari penuh.

Selama Nyepi, disarankan bagi yang mampu untuk berpuasa selama 24 jam, melakukan tapa, yoga, atau semadi untuk merenungkan dosa-dosa dan mempersiapkan diri menyambut tahun baru.

3. Ngembak Geni

Setelah Hari Penyepian, terjadi ritual Ngembak Geni, di mana umat Hindu melaksanakan Dharma Shanti dengan mengunjungi keluarga dan tetangga untuk saling memaafkan satu sama lain.

Dharma Shanti ini mirip dengan semangat Lebaran, di mana umat Hindu bersyukur, memaafkan kesalahan di tahun sebelumnya, dan memulai lembaran baru dengan hati yang suci.

Dalam perspektif keagamaan, Dharma Shanti mencerminkan filsafat Tattwamasi, yang menganggap semua manusia sebagai ciptaan Ida Sanghyang Widhi Wasa. Menurut kodratnya, manusia diharapkan saling menyayangi dan hidup dalam kerukunan serta kedamaian.

Tradisi Ngembak Geni menjadi penutup dari rangkaian Hari Raya Nyepi umat Hindu di Bali setiap tahunnya.

Bali Hening 24 Jam dan Aturan yang Wajib Turis
Bali Hening 24 Jam dan Aturan yang Wajib Turis

Aturan yang Wajib Diketahui Turis Saat Hari Raya Nyepi di Bali

Wisatawan yang datang ke Bali diwajibkan untuk menghormati adat dan tradisi umat Hindu setempat agar mereka tidak terganggu.

Nyepi di Bali dirayakan selama 24 jam, dimulai dari pukul 6.00 Wita hingga pukul 6.00 Wita keesokan harinya. Selama periode ini, tidak ada aktivitas yang diizinkan di luar rumah, termasuk untuk wisatawan.

Hal ini penting untuk menjaga kedamaian dan kesakralan perayaan Nyepi bagi umat Hindu serta memastikan ketenangan bagi semua penduduk Bali yang merayakannya.

Bali Hening 24 Jam dan Aturan yang Wajib Turis
Begini Suasana Perayaan Nyepi di Badung

Berikut 5 larangan yang wajib diketahui turis saat perayaan Nyepi di Bali.

1. Selama perayaan Nyepi di Bali, tidak boleh ada perjalanan, dan seluruh masyarakat diharapkan untuk tidak beraktivitas di luar rumah.

Segala jenis aktivitas akan dihentikan, termasuk transportasi, baik menggunakan motor, mobil, pesawat, kapal, dan sebagainya.

Ini adalah bagian dari tradisi Nyepi yang dimaksudkan untuk menciptakan suasana hening dan ketenangan secara menyeluruh di pulau tersebut.

Dengan demikian, penduduk dan Turis wisatawan diharapkan untuk mematuhi aturan ini demi menghormati perayaan agama dan budaya yang berlangsung di Bali.

2. Selama perayaan Nyepi, tidak boleh ada kegaduhan atau keributan. Seluruh warga diminta untuk menjaga keheningan dan memanfaatkan momen tersebut sebagai waktu untuk merenung dan melakukan introspeksi diri.

Ini adalah bagian dari makna yang lebih dalam dari perayaan Nyepi, di mana ketenangan dan kontemplasi menjadi nilai-nilai yang sangat dihargai.

Dengan demikian, selama Nyepi, diharapkan tidak ada gangguan atau kegiatan yang mengganggu ketenangan dan kesunyian yang menjadi bagian integral dari perayaan tersebut.

Bali Hening 24 Jam dan Aturan yang Wajib Turis
Bali Hening 24 Jam

3. Selama perayaan Nyepi, tidak diizinkan menyalakan lampu saat malam hari. Hal ini menyebabkan seluruh penjuru di Pulau Bali menjadi gelap gulita.

Dalam suasana seperti itu, langit malam sering terlihat sangat cantik dengan gemerlap bintang yang bertaburan. Keheningan dan kegelapan yang meliputi Bali pada malam Nyepi menciptakan suasana yang sangat istimewa.

Memungkinkan orang untuk menikmati keindahan alam yang jarang terlihat di tengah hiruk pikuk kehidupan sehari-hari.

Ini juga merupakan salah satu aspek yang menambah keunikan dan daya tarik perayaan Nyepi bagi wisatawan dan penduduk setempat.

4. Selama Hari Raya Nyepi, tidak diperbolehkan untuk bekerja. Segala jenis pekerjaan, termasuk aktivitas perdagangan, akan dihentikan, dan para pedagang juga akan menutup usahanya.

Oleh karena itu, wisatawan yang berada di Bali selama Nyepi disarankan untuk mempersiapkan segala kebutuhan mereka sendiri, seperti makanan, obat-obatan, dan barang-barang lain yang dianggap penting.

Karena tidak ada aktivitas perdagangan atau pelayanan selama Hari Raya Nyepi, penting untuk memastikan bahwa semua kebutuhan dasar terpenuhi sebelum hari tersebut tiba, agar bisa menjalani periode hening dan ketenangan dengan nyaman dan tanpa masalah.

5. Saat pelaksanaan Nyepi, para Pecalang atau aparat desa adat setempat akan melakukan patroli untuk memastikan pelaksanaan Nyepi berjalan lancar.

Oleh karena itu, penting bagi semua orang untuk mematuhi segala aturan yang ada, termasuk aturan-aturan khusus dari suatu desa adat.

Bali Hening 24 Jam dan Aturan yang Wajib Turis
Suasana Jalanan di Bali Saat Malam Nyepi

Pecalang bertugas untuk memastikan bahwa ketentuan Nyepi diamalkan oleh seluruh masyarakat, termasuk wisatawan yang berada di Bali saat itu.

Kepatuhan terhadap aturan-aturan Nyepi merupakan bentuk penghargaan terhadap kepercayaan dan budaya lokal, serta membantu menjaga kesakralan perayaan tersebut.

Dengan mematuhi aturan-aturan yang berlaku, kita juga ikut berkontribusi dalam menjaga kedamaian dan kesunyian yang menjadi esensi dari perayaan Nyepi.

Oleh karena itu, penting untuk memahami dan menghormati tradisi serta kebiasaan masyarakat setempat selama Hari Raya Nyepi.

Terima kasih atas informasinya. Selama pelaksanaan Nyepi, akses internet atau data seluler, televisi, dan radio biasanya dimatikan.

Penonaktifan tersebut berlangsung mulai pukul 06.00 Wita hingga jam 6.00 keesokan harinya. Hal ini merupakan bagian dari upaya untuk menjaga ketenangan dan kesunyian selama perayaan Nyepi.

Sementara itu, bagi umat Hindu, terdapat empat pantangan yang dikenal sebagai Catur Brata Penyepian ketika merayakan Nyepi.

Pantangan-pantangan tersebut meliputi

Amati Geni: dilarang menyalakan api sepanjang hari. Sehingga, pada perayaan Nyepi, masyarakat tidak bisa memasak, dan akan melaksanakan puasa. Selain itu, dilarang juga menyalakan lampu, sehingga pada malam hari suasana akan gelap gulita.

Amati Karya: dilarang bekerja atau berkegiatan fisik. Saat Nyepi, umat Hindu diharapkan melaksanakan tapa, brata, yoga, dan semadhi.

– Amati Lelanguan: dilarang berekreasi atau mencari hiburan yang bertujuan untuk bersenang-senang. Momen Nyepi diharapkan menjadi sarana introspeksi diri.

Amati Lalungan: dilarang berpergian atau melakukan perjalanan ke luar rumah. Makna brata saat Nyepi adalah melakukan perjalanan ke dalam diri atau mawas diri.

Bali Hening 24 Jam dan Aturan yang Wajib Turis
Bali Saat Nyepi
Share: