Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Prabowo Mau Buka 300 FK Atasi Kekurangan 140 Ribu Dokter

Prabowo Mau Buka 300 FK Atasi Kekurangan 140 Ribu Dokter – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyayangkan rencana percepatan produksi dokter yang dibicarakan oleh Prabowo Subianto calon presiden nomor urut 02 tidak diikuti dengan perencanaan yang jelas mengenai penempatan tenaga dokter di berbagai daerah.

Prabowo Mau Buka 300 FK Atasi Kekurangan 140 Ribu Dokter
Sebut Indonesia Kekurangan 140 Ribu Dokter

Prabowo Mau Buka 300 FK Atasi Kekurangan 140 Ribu Dokter

Pentingnya distribusi dokter yang optimal di setiap wilayah dianggap sebagai hal yang krusial untuk menghindari ‘overload’, di mana banyak lulusan dokter akhirnya kesulitan menemukan tempat untuk berpraktik.

Dalam konteks pelayanan kesehatan, dokter tidak dapat bekerja secara mandiri, mereka selalu membutuhkan dukungan dari tenaga kesehatan lain seperti perawat dan bidan.

Dalam konteks produksi dokter, tantangan terbesar bukan hanya pada jumlah dokter yang dihasilkan, melainkan pada manajemen dan tata kelola tenaga kesehatan secara keseluruhan.

Ketua Umum IDI, dr. Adib Khumaidi, menyoroti pentingnya aspek ini saat berbicara tentang produksi dokter.

Jumlah mahasiswa kedokteran yang dihasilkan setiap tahun dianggap sebagai indikator, namun harus diimbangi dengan pemetaan kebutuhan akan tenaga medis di masing-masing daerah.

Buka lebih banyak fakultas kedokteran tanpa memperhitungkan kebutuhan daerah bisa berujung pada ‘overload’ dan penggunaan tenaga medis yang tidak efisien.

Pentingnya produksi yang diikuti oleh distribusi yang optimal juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga medis dan tenaga kesehatan.

Para calon presiden perlu memperhatikan aspek-aspek seperti perkembangan karier serta dukungan sarana dan prasarana di setiap fasilitas kesehatan.

“Membangun rumah sakit dan fasilitas modern saja tidaklah cukup; penting untuk melakukan penilaian kebutuhan terlebih dahulu,” ujarnya.

“Masih ada pertanyaan yang belum terjawab terkait pemetaan dokter dan spesialis di setiap daerah. Oleh karena itu, kita perlu mulai dengan mengidentifikasi kebutuhan dan membuat penilaian kebutuhan dokter dan spesialis di setiap wilayah,” lanjutnya.

Sebagai perbandingan, WHO menyarankan rasio 1 dokter per seribu penduduk sebagai standar ideal, yang berarti Indonesia membutuhkan 270 ribu dokter untuk 270 juta penduduknya.

Dengan jumlah dokter saat ini mencapai 180 ribu, kekurangannya sebenarnya tidak sebanyak 140 ribu seperti yang disebutkan oleh Prabowo.

“Ketika kita membicarakan produksi, kita harus melakukan penilaian terlebih dahulu; apakah kebutuhan dokter di setiap wilayah Indonesia sama? Jika kita mempertimbangkan 270 ribu dokter untuk 270 juta penduduk, sebenarnya kekurangan dokter hanya sekitar 90 ribu saat ini, bukan 140 ribu,” tegasnya.

Prabowo Mau Buka 300 FK Atasi Kekurangan 140 Ribu Dokter
Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Prabowo Janji Bangun 300 Fakultas Kedokteran dan Sekolahkan Anak Indonesia Berprestasi ke Luar Negeri

Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, merancang sebuah inisiatif ambisius yang disebut ‘Strategi Transformasi Bangsa’, yang tujuannya adalah meningkatkan kesejahteraan terutama dengan memperbaiki kondisi masyarakat Indonesia.

Prabowo menyampaikan rencananya ini saat membuka Debat Capres dan Cawapres kelima di Jakarta Convention Center (JCC) pada tanggal 4 Februari 2024.

Menurut Prabowo, salah satu langkah kunci dalam strategi ini adalah menyediakan makanan bergizi untuk semua anak Indonesia, bahkan termasuk bayi yang masih berada dalam kandungan ibu mereka.

Menurutnya, hal ini akan membantu mengurangi angka kematian ibu saat melahirkan, mengatasi masalah gizi pada anak-anak, dan menghapus kemiskinan ekstrem.

Selain itu, langkah ini diharapkan dapat menyerap seluruh hasil panen petani di Indonesia dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi minimal 1,5 persen.

Prabowo juga memiliki rencana untuk membangun rumah sakit modern di setiap kabupaten/kota, serta puskesmas modern di setiap desa, sekaligus mempercepat mengatasi kekurangan dokter.

Ia berkomitmen untuk menanggulangi kekurangan 140 ribu dokter dengan menambah jumlah fakultas kedokteran (FK) di Indonesia dari yang sekarang 92 menjadi 300.

Tidak hanya itu, Prabowo berjanji untuk mengirim puluhan ribu anak Indonesia berprestasi untuk belajar ilmu kedokteran di luar negeri, termasuk bidang ilmu sains, matematika, dan fisika.

Prabowo Mau Buka 300 FK Atasi Kekurangan 140 Ribu Dokter
Dekan FKUI Ari Fahrial Syam

Usul Penambahan Fakultas Kedokteran oleh Prabowo Dinilai Tidak Tepat, Dekan FKUI Sebut Ada Masalah Distribusi

Dalam Debat Capres 2024, calon presiden Prabowo Subianto menggarisbawahi isu kekurangan tenaga medis di Indonesia dan mengusulkan solusi dengan menambah jumlah fakultas kedokteran di negara tersebut.

Menteri Pertahanan ini mengumumkan rencananya untuk mendirikan 300 fakultas kedokteran, yang merupakan peningkatan dari jumlah saat ini yang hanya 92.

Selain itu, ia berkomitmen untuk membangun rumah sakit modern di setiap kabupaten dan kota serta puskesmas modern di setiap desa di seluruh Indonesia.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Ari Fahrial Syam, menilai usulan penambahan fakultas kedokteran tersebut tidak tepat.

Ia juga mengkritik jumlah fakultas kedokteran yang disampaikan oleh Prabowo sebagai informasi yang salah.

Menurut Ari, saat ini lebih dari 100 Fakultas Kedokteran sudah berdiri di Indonesia. “Saya perlu menekankan bahwa informasi yang disampaikan salah satu paslon kemarin tentang jumlah fakultas kedokteran saat ini hanya 92. Secara aktual, jumlahnya lebih dari 100,” ujar Ari kepada Tempo, pada Senin, 5 Februari 2024.

Ari juga mengakui adanya penurunan jumlah dokter di Indonesia saat ini. Namun, menurutnya, perhatian utamanya bukanlah pada jumlah fakultas kedokteran.

Ia berpendapat bahwa masalah utama terletak pada distribusi dokter yang tidak mendukung, sehingga para dokter tidak tersalurkan dengan baik ke daerah-daerah terpencil di Indonesia.

Ari menyarankan bahwa salah satu langkah untuk memperbaiki distribusi ini adalah dengan memberikan insentif yang layak kepada para dokter, sehingga mereka termotivasi untuk mengabdi di daerah-daerah terpencil.

Selain itu, ia menganggap perlu adanya pembinaan lebih lanjut bagi fakultas kedokteran yang sudah ada, daripada membangun fakultas baru dari awal.

“Yang terutama saat ini adalah memperkuat fakultas kedokteran yang sudah ada, mengembangkannya, dan mempersiapkan staf pengajar,” kata Ari. Lebih lanjut, menurut Ari, langkah awal yang bisa diambil adalah dengan memberikan insentif yang memadai, sehingga para dosen dapat mengajar di daerah-daerah terpencil di Indonesia, khususnya di wilayah Indonesia Timur.

Prabowo Mau Buka 300 FK Atasi Kekurangan 140 Ribu Dokter
Capres 2024

Ari mengajak calon presiden yang akan terpilih untuk mempertimbangkan kembali soal penambahan fakultas kedokteran ini.

Baginya, jika masalah di bagian bawah tidak diatasi dengan baik, seperti distribusi, maka banyaknya dosen atau dokter yang dihasilkan hanya akan berkumpul di kota-kota besar.

Selanjutnya, Ari juga menganggap perlu ditingkatkan standar pendidikan, agar Indonesia tidak hanya memiliki jumlah dokter dan dosen yang banyak, tetapi juga memiliki sumber daya manusia yang berkualitas dan sesuai dengan harapan.

Dokter dan epidemiolog Dicky Budiman juga menilai usulan Prabowo untuk menambah jumlah fakultas kedokteran sebagai hal yang keliru dan bukanlah solusi untuk mengatasi masalah kesehatan di Indonesia.

“Menambah jumlah dokter dan fakultas kedokteran saja, jika insentifnya tidak memadai dan lapangan kerja tidak ditambah, ini akan sia-sia. Selain itu, jika kesejahteraan mereka kurang, ini akan membuat para anak muda kehilangan motivasi,” ujar Dicky Budiman pada Minggu malam.

Sementara itu, Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nizam menyatakan bahwa data terakhir untuk Fakultas Kedokteran di Indonesia menunjukkan bahwa sudah ada sekitar 115 fakultas.

Beberapa fakultas lainnya juga sedang dalam proses persiapan pendirian.

“Nizam menjelaskan bahwa sejak moratorium Fakultas Kedokteran diangkat, ada banyak permohonan untuk mendirikan fakultas baru. Sejauh ini, telah ada penambahan 23 fakultas baru, sehingga totalnya menjadi 115 fakultas,” katanya kepada Tempo.

Bahkan, menurutnya, fakultas kedokteran baru ini sudah mulai menerima mahasiswa baru sejak tahun 2023.

Prabowo Mau Bangun 300 Fakultas Kedokteran: Kita Kekurangan 140 Ribu Dokter | kumparan.com
Prabowo Mau Bangun 300 Fakultas Kedokteran
Share: