Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Y0rdania Kirim Bantuan Medis untuk Gaza Lewat Udara

Y0rdania Kirim Bantuan Medis untuk Gaza Lewat Udara – Angkatan Udara Yordania menjatuhkan bantuan medis via udara ke rumah sakit lapangan di Jalur Gaza yang terkepung dan terus digempur oleh Israel.

Y0rdania Kirim Bantuan Medis untuk Gaza Lewat Udara

Y0rdania Kirim Bantuan Medis untuk Gaza Lewat Udara

Pesawat Angkatan Udara Yordania menjatuhkan bantuan medis darurat itu dengan parasut ke daerah kantong Palestina tersebut.

Seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Senin (6/11/2023), penyaluran bantuan medis via udara ini diumumkan langsung oleh Raja Abdullah II dalam pernyataan via media sosial X pada Senin (6/11) pagi waktu setempat.

“Para personel Angkatan Udara kami yang tidak kenal takut, menjatuhkan bantuan medis darurat via udara pada tengah malam ke rumah sakit lapangan Yordania di Gaza,” tutur Raja Abdullah II dalam pernyataan via media sosial X.

“Ini merupakan tugas kami untuk membantu saudara dan saudari kami yang terluka dalam perang di Gaza,” tegasnya.

“Kami akan selalu ada untuk saudara-saudara Palestina kami,” imbuh Raja Abdullah II.

Dalam pernyataan terpisah, seperti dilansir Reuters, Komando Umum Angkatan Bersenjata Yordania menyatakan bantuan medis darurat itu disalurkan menggunakan parasut ke lokasi rumah sakit lapangan di Jalur Gaza yang hampir kehabisan pasokan medis.

“Sebuah pesawat Angkatan Udara Kerajaan (Yordania) menjatuhkan bantuan medis darurat dengan menggunakan parasut ke rumah sakit lapangan Yordania di Gaza yang hampir kehabisan pasokan akibat penundaan pengiriman bantuan melalui perlintasan perbatasan Rafah,” demikian seperti diberitakan kantor berita Yordania, yang mengutip sumber militer dalam Komando Umum Angkatan Bersenjata Yordania.

Penyaluran bantuan medis via udara ini dilakukan Yordania setelah pekan lalu, menarik Duta Besarnya dari Israel.

Otoritas Amman juga mengecam serangan Israel yang disebutnya menewaskan orang-orang tidak bersalah dan memicu bencana kemanusiaan di Jalur Gaza.

Y0rdania Kirim Bantuan Medis untuk Gaza Lewat Udara

Laporan terbaru otoritas Jalur Gaza, yang dikuasai Hamas, menyebut lebih dari 9.700 orang, yang sebagian besar warga sipil dan separuhnya anak-anak, tewas akibat serangan udara Israel selama sebulan terakhir.

Gempuran Israel terhadap Jalur Gaza itu menjadi respons atas serangan mengejutkan Hamas pada 7 Oktober lalu, yang menurut para pejabat Tel Aviv, menewaskan lebih dari 1.400 orang dan membuat lebih dari 240 orang lainnya disandera.

Sementara itu, pengumuman Yordania soal penyaluran bantuan medis via udara ini disampaikan saat Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Antony Blinken melakukan tur diplomatik regional, termasuk menggelar pembicaraan di Amman pada Sabtu (4/11) dengan mitranya dari Yordania, Mesir, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Blinken juga mengunjungi Tepi Barat, kemudian Irak dan Siprus, dalam upaya memfokuskan bantuan untuk warga sipil di Jalur Gaza dan mencegah serangan terhadap pasukan AS oleh kelompok-kelompok yang didukung Iran sebagai respons atas perang di Jalur Gaza.

Terkait penyaluran bantuan medis via udara itu, menurut laporan Al Jazeera, militer Israel mengatakan pihaknya ‘berkoordinasi’ dengan Yordania.

Disebutkan militer Israel dalam pernyataan pada Senin (6/11) bahwa pesawat Yordania itu berkoordinasi dengan pasukan Israel saat ‘menjatuhkan peralatan medis dan makanan ke Rumah Sakit Yordania di Jalur Gaza’.

“Peralatan itu akan digunakan oleh para staf medis untuk para pasien,” sebut militer Israel dalam pernyataannya.

Y0rdania Kirim Bantuan Medis untuk Gaza Lewat Udara

Pemimpin Hamas Bertemu Khamenei di Iran, Bahas Apa?

Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh bertemu langsung dengan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di Teheran, ibu kota Iran.

Dalam pertemuan itu, Khamenei mengapresiasi ketahanan warga Jalur Gaza dalam menghadapi serangan Israel.

Seperti dilansir Al Arabiya dan Reuters, Senin (6/11/2023), pertemuan Khamenei dan Haniyeh itu dikonfirmasi oleh media pemerintah Iran, termasuk kantor berita IRNA dalam laporannya pada Minggu (5/11) waktu setempat.

Namun tidak dijelaskan lebih lanjut soal kapan pertemuan itu berlangsung.

Haniyeh, dalam pertemuan itu, memberikan penjelasan kepada Khamenei soal perkembangan terkini di Jalur Gaza, termasuk soal apa yang disebutnya sebagai ‘kejahatan‘ Israel di wilayah Palestina serta soal perkembangan di Tepi Barat.

Sementara Khamenei, menurut kantor berita IRNA, menyampaikan apresiasi untuk ketahanan warga Jalur Gaza.

“Ayatollah Khamenei memuji ketabahan dan mengapresiasi ketahanan masyarakat Gaza, dan menyampaikan penyesalan mendalam atas kejahatan rezim Zionis, yang didukung langsung oleh Washington dan beberapa negara Barat,” demikian seperti dilaporkan media pemerintah Iran.

Disebutkan oleh media pemerintah Iran juga bahwa Khamenei juga ‘menekankan kebijakan permanen Iran dalam mendukung kekuatan perlawanan Palestina melawan penjajah Zionis’.

Pemerintah Iran menyatakan dukungan untuk Hamas, namun juga menegaskan pihaknya tidak memainkan peran apa pun dalam serangan mengejutkan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober lalu.

Para pejabat Tel Aviv melaporkan lebih dari 1.400 orang tewas akibat serangan Hamas tersebut.

Israel melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Jalur Gaza untuk merespons serangan Hamas itu, dengan laporan terbaru otoritas Jalur Gaza menyebut lebih dari 9.700 orang, yang sebagian besar warga sipil dan separuhnya anak-anak, tewas.

Y0rdania Kirim Bantuan Medis untuk Gaza Lewat Udara

Pertemuan antara Khamenei dan Haniyeh, yang tinggal dalam pengasingan di antara Qatar dan Turki sejak tahun 2019, merupakan pertemuan pertama yang diketahui secara publik sejak perang berkecamuk antara Hamas dan Israel di Jalur Gaza. Keduanya dilaporkan terakhir kali bertemu di Teheran pada Juni lalu.

Media pemerintah Iran mengonfirmasi pertemuan keduanya sehari setelah seorang pejabat Hamas mengungkapkan bahwa pertemuan itu digelar dalam beberapa hari terakhir.

Iran yang menjadi sumber utama dukungan finansial dan militer bagi Hamas, memuji serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober lalu.

Israel sendiri telah sejak lama menuduh Teheran memperburuk konflik dengan memasok senjata kepada Hamas.

Iran menolak untuk mengakui Israel dan menjadikan dukungan terhadap perjuangan Palestina sebagai komponen fundamental kebijakan luar negeri sejak Revolusi Islam tahun 1979 silam.

Selama bertahun-tahun, Iran dan Israel terlibat dalam konflik rahasia, dengan Teheran menuding Tel Aviv mendalangi serangan sabotase dan pembunuhan yang menargetkan program nuklirnya.

Beberapa waktu lalu, pemerintahan ulama Iran telah memperingatkan Israel bahwa negara Yahudi itu akan menghadapi ‘konsekuensi keras’ jika serangan terus berlanjut terhadap Jalur Gaza.

Y0rdania Kirim Bantuan Medis untuk Gaza Lewat Udara

AS Kirim Kapal Selam Nuklir ke Timur Tengah, Beri Peringatan Buat Iran?

Angkatan Laut Amerika Serikat mengirimkan kapal selam nuklir ke Timur Tengah.

Hal ini diumumkan militer AS dalam pengumuman media sosial yang jarang terjadi.

“Pada tanggal 5 November 2023, sebuah kapal selam kelas Ohio tiba di wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS,” kata Komando Pusat AS (CENTCOM) dalam sebuah postingan pada Minggu (5/11) malam waktu setempat di X (sebelumnya Twitter), seperti dikutip Al Arabiya, Senin (6/11/2023).

Ini merupakan pengumuman publik yang tidak biasa mengenai posisi kapal selam nuklir AS di Timur Tengah.

Hal ini dipandang oleh banyak pihak sebagai pesan peringatan dari pemerintahan Presiden AS Joe Biden terhadap saingan-saingan regional seperti Iran.

Postingan media sosial tersebut tidak menyebutkan secara spesifik kapal selam tersebut.

Namun, Angkatan Laut AS memiliki empat kapal selam berpeluru kendali kelas Ohio (SSGN).

SSGN adalah bekas kapal selam rudal balistik yang diubah untuk bisa menembakkan rudal jelajah Tomahawk.

Seperti halnya kapal selam serang bertenaga nuklir (SSN), SSGN dapat beroperasi tanpa terdeteksi di dekat wilayah musuh untuk waktu yang lama, menurut Dewan Pangkalan Industri Kapal Selam.

Kapal selam tersebut dapat mengerahkan Pasukan Operasi Khusus secara diam-diam dan melakukan operasi penyerangan dengan unsur kejutan bagi musuh dari posisi jarak dekat.

Sebelumnya, AS telah mengirim dua kapal induk ke wilayah tersebut sejak serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober. Kapal selam kelas Ohio akan bergabung dengan aset-aset militer AS di wilayah tersebut.

Y0rdania Kirim Bantuan Medis untuk Gaza Lewat Udara

Share: